MATAHARI, BULAN, & BINTANG
Wahai bulan apakah engkau kesepian jalani malam-malam sunyimu
Adakah asa untuk dapatkah secercah asa dari gemerlapnya bintang disana yang hanya memandang pasrah
Wahai bulan apakah ada rasa ingin kembali
Ungkapkan rasa yang kini terpendam entah kemana
Sungguh hati ini tak mungkin berdusta, jika rasa ada menggema
Duhai Allah Pencipta alam semesta
Engkau ciptakan bulan tuk berbagi dengan mentari
Engkau ciptakan mentari tuk pantulkan cahaya atas dirinnya
Tak mungkin dia kan bersinar, jika mentari enggan menyapa
Wahai bulan, apakah jadinya malam tanpa kehadiranmu
Tak kusaksikan lagi, indahnya langit bergayut mega yang memerah saga menemanimu
Takusaksikan lagi indahnya senyummu menatapku penuh harap
Tak kusaksikan lagi lembutnya suaramu saat menjawab tanyaku yang tak pernah terjawab.
Wahai bulan, kutahu jika diri ini bukanlah mentari yang menjadi impianmu
Yang mampu membuatmu tampak bersinar membuncah
Hingga mengundak decak setiap kali memandang cahayamu
Aku hanyalah bintang yang hanya mampu berkedip
Hanya harap yang terucap dalam untaian doa
Agar cahaya abadi untukmu
Bukan sekedar pantulan dari panasnya sang mentari
Aku hanyalah bintang
Yang akan menemanimu setiap kau mulai resah
Dengan mentari yang tak mungkin bersatu.
Kranji, disuatu senja…
lebay banget sih kang…mba ikit diguna-gunai pake mantra macem ginian ya?? hahhahahahhaha
iki blog -ku : http://harji.wordpress.com/
di link ya!! thx…